Translate di sini
Tuesday, March 5, 2013
Interview Gue part 2 (sebagai musisi orkes)
Kenapa gue ngejawab ngawur?
Ada dua kemungkinan:
1. mungkin saat itu gue lagi mabok
2. mungkin saat itu gue lagi mabok
yah langsung saja mari kita cekibrot hasil wawancara gue sebagai musisi dari band paling keren se rumah gue, Sastrosastri, kurang lebih dua tahun yang lalu oleh salah satu media majalah gaul yang berjudul G (inisialnya aja karena kalau mau ditulis di sini harus bayar ke gue!) hahahaha
o iya, dalam interview ini gue ditemani oleh manajer gue yang bernama Cik Vitasari (bukan vitamin C)
ini hasilnya yang gue inget....
W (Wartawan)
G (harusnya sih Gue)
MG (Manajer Gue)
W: apa kabar mas?
G: kurang bagus
W: hehehe
G: ketawa aje lu
W: bisa cerita kenapa nama bandnya Sastrosastri?
G: suka suka gue donk. kan band gue. mau gue namain apa juga terserah gue.
MG: hahahaha
W: hahahaha
G: ketawa lagi lu nya..
W: sudah berapa lama band ini berdiri?
G: band yang mana?
W: ya Sastrosastri ini
G: oh. sudah sejak kecil anak anak bisa berdiri
MG: hahaha... ngawur
W: hahhaahah... boleh ditulis di sini?
G: kalo nggak ditulis ngapain lu wawancara gue?
MG: hahahaha
W: alirannya apa?
G: keras deh pokoknya.
W: bukannya orkes?
G: nah tuh lu tau, ngapain nanya gue lagi?
MG: hahahaha (lalu pergi)
W: hahahah... sampai mbak nya pergi
G: biarin aja. kan lu mau interview nya sama gue?
W: hahahaha
MG: hahaha (dari jarak 3 meter)
W: kalo artis idolanya siapa?
G: kaga ada
W: maksudnya nggak ada gitu artis yang mungkin berpengaruh buat mas sendiri dan band nya?
G: oh.. ada.. Sastrosastri
W: hahahaha
G: kamu sakit?
W: hahahaha
W: Sastrosastri sendiri kalau manggung suka melempar lemparkan snack dari panggung kenapa?
G: sedekah. kasian udah bayar tiket tapi nggak dapet apa apa.
W: hahahaha
G: lu ngapa ketawa terus mbak?
W: hahahahah
W: kenapa yang dilemparkan itu snack? maksudnya kenapa memilih snack sebagai "sedekah"?
G: tadinya mau lemparin ampli, drum, lampu panggung. tapi berat.
W: dan Sastrosastri dikenal sebagai band lucu di panggung, kenapa memilih cara seperti itu?
G: kalau gue pribadi pengennya dikenal sebagai musisi yang suka berak di panggung. tapi anak anak yang lain lebih suka melucu. padahal nggak lucu.
W: hahahaha
W: kenapa tema sosial yang diangkat dalam musik Sastrosastri?
G: biar ngehits
W: itu aja?
G: iya. mbak, tanyanya jangan sulit sulit.
W: hahahaha
W: menurut mas, musik di Indonesia seperti apa?
G: musik di Indonesia ya Wali. ya Ungu. ya ampun deh pokoknya
W: maksudnya?
G: ganti pertanyaannya mbak. yang lebih mudah lagi. huh. ini lho yang gue nggak suka dari interview. huh.
W: hahahahaha
W: cita cita Sastrosastri ke depannya apa?
G: kalau dari hasil meeting selama ini sih mau buka bimbel
W: bimbel?
G: iya. udah tulis aja seperti yang gue omongkan
W: kalau band itu kan identik dengan narkoba ya? kalau pandangan dari mas sebagai musisi apa?
G: ya kalau band itu identik dengan gitar, kibord, drum, bas. gimana sih mbak? kalau identik dengan narkoba, jadinya bandar. bukan anak band. ah mumet ah mbak. udahan aja gimana interview nya?
W: pesan pesan untuk pembaca majalah G ini?
G: jadilah anak yang berguna bagi bangsa
W: udah?
G: iya.. ah.. kamu mau memperpanjang interview lagi sama gue? suka ya? naksir ya?
W: hahahaha
dan interview pun berakhir. dan hingga detik ini, interview gue kaga dimuat di majalah G itu. entah kenapa.
sekian. tidak ada postingan interview part 3. jadi jangan dicari part 3 nya
yihaaa... bye bye
Monday, March 4, 2013
Interview Gue part 1 (Sebagai Musisi Gamelan)
Ini cerita tentang gue yang diinterview oleh seorang wartawan dari media yang disebut HT (singkatannya aja dah. Kalau mau lengkap, bayar ke gue). Hahaha
Nah karena pas itu gue nya lagi jadi musisi gamelan dan acaranya serius karena gue harus kolaborasi sama band luar negeri, jadi deh gue jawabnya juga serius.
Cekibrot dah....
W (wartawan)
G (gue. Tentu saja)
W: kenapa milih gamelan?
G: mungkin ya supaya tradisi bangsa ini tetap terjaga
W: berapa lama belajar gamelan?
G: mungkin sudah 6 tahun lah
W: bagaimana perasaannya bisa kolaborasi sama musisi luar negeri?
G: mungkin senang sekali ya.
W: sulit nggak untuk mempersiapkan materi lagu band dimasukkan dengan gamelan?
G: mungkin sulit ya. Tapi untungnya bisa.
W: berapa lama persiapannya?
G: mungkin 2 bulan
W: apa pesan pesan untuk anak muda di Indonesia?
G: mungkin ini aja, tetaplah menjadi berguna bagi bangsa
W: udah itu aja pesan pesannya?
G: iya. Mau apa lagi?
W: terimakasih mas Igor
G: yes. Sama sama
.....
Ya begitulah kalau gue diwawancara oleh media. Pokoknya jawabannya serba 'mungkin'. Jadi ya jangan terlalu dipercaya aja jawaban gue. Hahahahaha
Terima kasih Halo Tivi yang udah mewawancara gue.
Lah... kok gue jadi nyebut medianya? Wah... gue harus nagih ongkos promo deh kalo begini..
Sekian. Kita lanjut ke wawancara part 2. Cari di postingan gue. Sengaja gue pisahin biar blog nya ngehits. Yihaaaaa
Saturday, March 2, 2013
Jika Skripsi itu Hukumnya Sunnah
Skripsi di Indonesia sering jadi momok bagi sebagian besar mahasiswa. Itu berlaku juga buat lo. Itu berlaku juga buat gue.
Dulu ketika masih di level S1, gue menghabiskan satu setengah tahun untuk menyelesaikan skripsi. Waktu yang panjang untuk sebuah skripsi dan waktu yang panjang untuk menjalani hubungan pacaran.
Coba hitung brapa banyak penderitaan yg dirasakan sepasang kekasih selama satu setengah tahun?
Dan sebenarnya realita yang terjadi, total aktif gue ngetik skripsi gue itu hanya 4 bulan. Jadi 1,1 tahun masa penyelesaian skripsi gue itu lebih didominasi rasa malas mengetik.
Ngomong ngomong apakah skripsi itu penting? Gue rasa tidak.
Toh skripsi gue yang akhirnya selesai di tahun 2009 itu nggak kepake pas gue harus bekerja. Tuh...
Jikalau skripsi itu hukumnya sunnah, gue yakin, akan lebih banyak pemuda indonesia yang sukses daripada yang terjebak di kampus hingga bertahun tahun.
Atau mungkin bisa juga pemilik universitas yang ada di indonesia itu melakukan konspirasi dengan para dosen? Bukankah semakin lama terjebak di kampus itu berarti semakin banyak rupiah yang mengalir untuk universitas?
Ooh.. baru saja terlintas di benak gue, makanya pemilik universitas itu kaya kaya.
Oke. Kalau begitu, gue bikin universitas sekalian deh.
Sekian, gue mau googling 'how to build your own university' dulu.
Bye
Friday, January 25, 2013
Wednesday, January 23, 2013
The Jet Lag and gue
Ada yg pernah jet lag?
Bukan hal yg menyenangkan ketika kalian mengalami jet lag saat sedang piknik.
Tips dari gue ketika kalian jet lag adalah lakukan seperti yg gue lakukan, yaitu:
Saat tiba di kamar hotel, cari es batu yg banyak. Di cina biasanya ada mesin pembuat es batu gratis yg bisa kalian jarah es batu nya sampai habis.
Bawa plastik besar lalu pergilah ke mesin itu, tampung es batu sebanyak banyaknya. Kalo bisa sampai habis seperti yg gue lakukan saat itu.
Setelahnya, pergilah ke kamar mandi di dalam kamar hotel, jangan kamar mandi di lobi karena saya pastikan dan yakinkan tidak ada bathtub di sana. Jadi tetaplah pergi ke kamar mandi hotel kalian, lalu cemplungin semua es batu ke bathtub dan buka keran air dinginnya. Jangan yg air panas.
Kenapa bukan yg air panas? Karena kalau kalian berendam di air panas, yang terjadi adalah kalian akan tertidur dan beberapa jam piknik kalian akan terbuang dalam mimpi. Percaya deh sama gue...
Kembali ke bathtub. Setelah air dingin memenuhi bathtub kalian, sekarang kalian punya air super dingin. Jangan diminum! Karena itu tidak cool kalau harus minum air bak. Percaya lagi deh sama gue..
Berikutnya yg harus kalian lakukan adalah, BUKAN BERENDAM! Karena kalau kalian berendam, niscaya kalian akan gemetaran. Kalau tidak percaya, coba saja sendiri, gue nggak.
Yg harus kalian lakukan sekarang untuk mengatasi jet lag adalah, cemplungin kaki kalian dan rendam itu di air super es tadi selama 15 menit saja.
Dan ketika gue melakukan itu di kamar hotel gue, kaki gue............... kram.
Dan gue tidak bisa jalan selama beberapa waktu. Dan ngantuk gue hilang dalam sekejap. Dan itu berarti jet lag gue bisa teratasi.
Dan lalu gue membuat hipotesis:
Perjalanan udara + negara yg jauh = jetlag
Jetlag + Air super es = kram
Kram = jetlag free
Maka itu jangan lupakan es batu dan air dingin dalam bathtub dalam menemani perjalanan jauh anda dengan pesawat terbang.
Sekian dan semoga kram kalian luar biasa
Sunday, January 13, 2013
On the Street We Trust by ezra igor
Ini adalah project fotografi gue. Dan gue pikir, tidak perlu kamera mahal untuk menciptakan sebuah foto yang sekiranya bisa menjadi sebuah karya elegan.
Street Photography dapat menjadi sebuah opsi yang menarik bagi pecinta dunia fotografi seperti yg gue bikin dalam postingan kali ini.
Foto foto yang bisa kawan kawan nikmati ini gue ambil pake kamera android gue dan berlokasi di Semarang dan Bandung.
Selamat menikmati 'On the Street We Trust' berikut ini