Translate di sini

Friday, January 25, 2013

Wednesday, January 23, 2013

The Jet Lag and gue

Ada yg pernah jet lag?
Bukan hal yg menyenangkan ketika kalian mengalami jet lag saat sedang piknik.

Tips dari gue ketika kalian jet lag adalah lakukan seperti yg gue lakukan, yaitu:
Saat tiba di kamar hotel, cari es batu yg banyak. Di cina biasanya ada mesin pembuat es batu gratis yg bisa kalian jarah es batu nya sampai habis.

Bawa plastik besar lalu pergilah ke mesin itu, tampung es batu sebanyak banyaknya. Kalo bisa sampai habis seperti yg gue lakukan saat itu.

Setelahnya, pergilah ke kamar mandi di dalam kamar hotel, jangan kamar mandi di lobi karena saya pastikan dan yakinkan tidak ada bathtub di sana. Jadi tetaplah pergi ke kamar mandi hotel kalian, lalu cemplungin semua es batu ke bathtub dan buka keran air dinginnya. Jangan yg air panas.

Kenapa bukan yg air panas? Karena kalau kalian berendam di air panas, yang terjadi adalah kalian akan tertidur dan beberapa jam piknik kalian akan terbuang dalam mimpi. Percaya deh sama gue...

Kembali ke bathtub. Setelah air dingin memenuhi bathtub kalian, sekarang kalian punya air super dingin. Jangan diminum! Karena itu tidak cool kalau harus minum air bak. Percaya lagi deh sama gue..

Berikutnya yg harus kalian lakukan adalah, BUKAN BERENDAM! Karena kalau kalian berendam, niscaya kalian akan gemetaran. Kalau tidak percaya, coba saja sendiri, gue nggak.

Yg harus kalian lakukan sekarang untuk mengatasi jet lag adalah, cemplungin kaki kalian dan rendam itu di air super es tadi selama 15 menit saja.

Dan ketika gue melakukan itu di kamar hotel gue, kaki gue............... kram.

Dan gue tidak bisa jalan selama beberapa waktu. Dan ngantuk gue hilang dalam sekejap. Dan itu berarti jet lag gue bisa teratasi.

Dan lalu gue membuat hipotesis:

Perjalanan udara + negara yg jauh = jetlag

Jetlag + Air super es = kram

Kram = jetlag free

Maka itu jangan lupakan es batu dan air dingin dalam bathtub dalam menemani perjalanan jauh anda dengan pesawat terbang.

Sekian dan semoga kram kalian luar biasa

Sunday, January 13, 2013

On the Street We Trust by ezra igor

Ini adalah project fotografi gue. Dan gue pikir, tidak perlu kamera mahal untuk menciptakan sebuah foto yang sekiranya bisa menjadi sebuah karya elegan.

Street Photography dapat menjadi sebuah opsi yang menarik bagi pecinta dunia fotografi seperti yg gue bikin dalam postingan kali ini.
Foto foto yang bisa kawan kawan nikmati ini gue ambil pake kamera android gue dan berlokasi di Semarang dan Bandung.

Selamat menikmati 'On the Street We Trust' berikut ini

Saturday, December 8, 2012

You jump I jump like in Titanic the movie bukan yang sinetron

Bandung sedang sering hujan.
Semarang juga, Jakarta juga, Palembang juga, Perth mungkin

Tadi sore, hujan sangat deras turun dengan gagahnya di daerah kosan gue. Petir menyambar, sungai meluap, tikus mencicit, kucing menyambar tikus yang mencicit tadi.

Hal yang paling menyebalkan dari hujan tadi sore adalah, kamar gue bocor! Bocor karena keluarga tikus yang menghuni plafon di atas kamar suka ikut ikutan moshing kalo gue lagi nyetel lagu keras. Jadi deh eternit gue pecah pecah.

Ketika hujan turun dengan sangat derasnya, tiba tiba para anggota keluarga itu moving very fast.. sedetik atau dua detik kemudian, byuuuurrr.. air membasahi tembok kamar gue..

Whadafuq... apaan nich? Gue tersentak..
Ternyata memang sudah lama eternit kamar gue tergenang air.. dan karena hujan sangat lebat sore ini, air yang menggenang semakin banyak dan meluber ke dalam kamar.

Ya sudah deh.. namanya anak kos. Harus siap sedia dengan keadaan seperti ini

Semoga anak anak kos yang lain yang mengalami hal yang sama kayak gue diberi ketabahan lebih..

Akhir kata, gue mau kirim salam untuk Diego di Italia.. dan juga untuk Alicia di Prancis..

Thursday, December 6, 2012

F**K

Gue malam ini sedang tidak baik!

Wednesday, November 7, 2012

Gue dan Musik

Hal pertama yg gue inget dan sadar betul kalo gue adalah penyuka musik adalah ketika gue menjadi fans Koes Plus. Dan itu terjadi mungkin pada sekitar tahun 1993. Waktu itu gue kelas 3 SD. Nggak tau juga apa yg waktu itu lagi ngehits di kalangan teman teman seusia gue.
Dan jujur aja gue malu saat itu kalo temen temen gue tau gue ngefans Koes Plus secara band itu adalah band tua di mana mereka jaya jauh sebelum gue lahir.

Tahun 1994 gue dapet kaset tua punya oma gue, dan itu kasetnya Wieteke van Dort, musisi Belanda dengan beberapa lagu berbahasa Indonesia yg berlogat agak timur.
Dan lagi lagi gue menyembunyikan itu dari temen temen gue.
Wieteke ini menurut gue adalah musisi keren yg akan gue ingat terus kalo dia pernah nemenin masa kecil gue.
Sekarang gue nyimpen mp3 nya Wieteke van Dort dengan susunan materi lagu yg sama dengan materi yg dulu gue denger dari kaset oma gue.

Banyak musik yg udah mempengaruhi gimana gue bermusik sekarang, sebutlah The Beatles, Guns n Roses, Metallica yg nemenin masa SMP gue. Masuk di era SMA, Slipknot, System of a Down dan Slank jadi kesukaan gue.pas saat itu gue juga mulai mendengarkan musik musik lain yg agak ngepop ky ABBA, Cranberries dan The Pretenders.

Mulai masuk kuliah, semakin banyak lagi musik yg gue dengerin. Sampai pada tahun 2010, gue berkeputusan untuk mendirikan sebuah band yg akan gue seriusin. Bukan untuk cari uang, tapi untuk prove to myself kalo gue bukan cuma pendengar musik aja tapi karya gue juga didengar oleh orang lain.
Band itu sampai sekarang dikenal dengan nama Sastrosastri. Mungkin karena terlalu banyak pengaruh musik yg gue terima, berimbas di Sastrosastri yg basic nya adalah band orkes tapi dimainkan secara fusion dengan menggabungkan banyak macam genre musik.
Sekarang gue sangat menikmati apa yg gue ciptakan di Sastrosastri. Rekan rekan musisi yg luar biasa dan sangat bertalenta di band ini juga adalah sesuatu yg wow buat gue.

Project lain di luar Sastrosastri juga ada gue maen di band folk country Melissa McMonroe. Gue juga proud untuk menjadi bagian di grup orkestra gamelan Nikimuzieku.

Dan itu semua adalah hasil pendidikan musik non formal gue yg diajarkan dengan baik oleh Tony Koeswoyo dan saudara saudaranya, Wieteke van Dort, John Paul George Ringo, hingga sumpah serapah Axl Rose dan cemerlangnya JS Bach.

Akhir kata, gue mau sangat berterima kasih untuk musisi musisi yg udah setia mengajarkan segalanya buat gue. Tanpa karya kalian, mungkin ga ada cerita gue yg musisi ini.