Translate di sini

Tuesday, October 8, 2013

SURAT TERBUKA UNTUK MANTAN KEKASIHKU YANG DULU


Kepada: Siapa saja kau yang pernah berpacaran denganku.
Dari: Aku
Terima kasih sudah memutuskan hubungan cinta kita.
Kalau kau tidak melakukannya, aku tidak bisa membahagiakan kekasihku yang sekarang.
Salam Kompak,
yang dulu adalah igor-mu

Aku Yang Mendirikan Negaraku Sendiri


Di rumah orang tuaku, pada tahun 2010, bulan April, tanggal 18, disaksikan tembok kamar dan gitarku, aku mendeklarasikan berdirinya negaraku sendiri.
Negaraku itu aku beri nama Sastrosastri. Nama panjangnya Republik Rakyat Sastrosastri Sukaria Senang Senang Selamanya. Luas wilayahnya lumayan, seukuran kamar tidurku yang mungkin kurang lebihnya seperti kamarmu. Pokoknya negaraku itu indah. Setidaknya aku yang menganggapnya begitu.
Ini puisi yang dulu aku tulis sendiri, aku baca sendiri, dan aku lupa sendiri di mana menyimpan kertasnya. Tapi aku ingat apa yang aku tulis waktu itu. Begini,
**************
Aku yang Ingin Punya Negara Sendiri
Aku rindu hidup di mana negara tak menghisap apa yang aku miliki.
Oleh karena itu, ini negaraku, Republik Rakyat Sastrosastri Sukaria Senang Senang Selamanya, aku dirikan.
Negara ini tidak akan menghisap apa yang aku dan kelak warganya miliki.
Atas nama aku sendiri,
SAH
**************
Saat menulis ini, negara ku sudah berusia 3 tahun lebih. Warganya sudah cukup banyak. Luas wilayahnya belum. Tunggu aku beli rumah lagi.

Jawaban dariku untuk mu, Madam

Aku mau bilang ke kau, wahai Madam.

Aku sudah menemukan jawaban dari apa kata katamu ke aku mengenai,
"Igor! Kenapa kau tidak pernah fokus ke satu hal saja?! Hasilmu tidak akan maksimal!"

dan aku menjawab:

"Madam, aku menyanyi, aku melukis, aku membuat band, aku membuat apapun yang aku mau, jadi ketika misal dalam bernyanyi itu tidak bagus, aku bisa bilang, ya kan kau tau aku membuatnya memang setengah setengah.
Aku bagi dengan yang lain lainnya seperti melukis, ngeband, dah hal yang lain lain lain lainnya."

Setidaknya wahai madam, aku tidak akan sesusah orang yang benar benar fokus ke satu hal lalu mereka gagal. Putus asa.

begitu jawabanku dari hasil aku berpikir tadi malam.

Hiduplah dengan bersenang senang. Senang lah karena hanya itu syaratnya agar hidupmu menyenangkan.

LOVE,
EI

Monday, September 23, 2013


Angkot dan Bandung
Aku punya motor
Aku tinggal di Bandung
Motornya di rumah
Tapi ada angkot di Bandung
Tadi aku habis pergi bersama Pidi Baiq, Imam, Pak Goro, Deden, dan lain lainnya lagi. Perginya ke kedai kopinya Bang Putra. Kopinya enak, Bang Putra nya gondrong hampir sebokong. Pasti susah kalau dia berak. Rambutnya harus dikedepanin. Kalau tidak, ikut kecemplung.
Di Bandung banyak angkot di mana mana. Bermacam - macam juga warnanya. Aku suka naik. Biasanya juga harus turun. Naiknya dari depan kos. Turunnya bisa di Dago atau di Cihampelas. Terserah aku mau di mana.
Di angkot banyak suka nya. duka nya cuma disuruh bayar saja. Banyak yang cantik di dalamnya. Kadang kadang suka terbawa ke rumahnya. Lupa turun.
Lalu aku mau bikin puisi saja:
AKU, ANGKOT dan BANDUNG
Aku punya motor
Aku tinggal di Bandung
Motornya di rumah
Tapi ada angkot di Bandung
Ada yang cantik di dalamnya
Aku inginnya ke Cihampelas
Tapi terbawa ke rumahnya
di Soreang
Jauh?
Memang

Friday, July 12, 2013

The Lady by Ezra Igor 2013

"for you who want to fuck the lady"


Tuesday, May 21, 2013

Monday, May 6, 2013

Wawancara Khayalan dengan Jonerd

Siang ini aku ingin sekali mewawancarai Jonerd.
Siapa Jonerd? Dia adalah vokalis band grunge Screaming School.
Kenapa aku harus mewawancarainya? Karena aku ingin.

Berikut ini hasil wawancara khayalan ku dengan Jonerd.

A: Aku
J: Jonerd

----------

A: hai jonerd. Apa kabar?
J: alhamdulilah sedang sedikit flu

A: masih suka main band?
J: masih dong.

A: kenapa suka main band, jon?
J: sama alasannya dengan situ suka makan.

A: luar biasa ya.
J: istimewa

A: kalau sekarang tidak main band, kira kira Jonerd jadi apa?
J: mungkin pelaut. Atau bisa jadi tentara.

A: kenapa jadi pelaut atau tentara?
J: face nya cocoknya begitu. Hahahaha
A: hahahaha

A: Jonerd seusia sekarang ini punya cita cita menjadi apa?
J: aku masih ingin bisa bermain musik di Polewali Mandar

A: lho.. kenapa?
J: karena tempat itu keren. Sering masuk di tivi.

A: sebagai seorang pemain band, Jonerd suka mabuk nggak?
J: kadang kadang saja. Kalau Adit Pyongpyong mengajak. Tapi Adit nya sekarang agak sakit punggung. Jadi beliau mengurangi minum. Hahahaha

A: menurut Jonerd, negara Indonesia harus seperti apa?
J: harus seperti Manchester United. Itu istimewa.

A: kenapa begitu?
J: tidak kenapa kenapa. Aku suka saja sama MU.

A: Jonerd bisa main bola?
J: bisa dong. Dulu saya pemain bola di Sragen. Posisi saya bertahan.

A: pernah juara sepakbola?
J: pernah. Waktu itu Sragen menang lawan Timor Timur. Di final.

A: ajang internasional dong?
J: mungkin. Aku agak lupa. Lupa sih bebas bebas aja mau ngomong apa. Hahahaha

A: kenapa tidak lanjut jadi pemain bola?
J: takut Peri Sandria iri.

A: oh kenal juga sama Peri?
J: enggak. Hahahahhahaha

A: pendapat Jonerd tentang terorisme?
J: itu keren. Keren bagi mereka yang ada di dalamnya. Tapi buat aku, itu kepentingannya banyak.

A: kok bisa?
J: sudah ditunggangi sana sini. Sama seperti kuda.

A: Jonerd sudah makan?
J: sudah. Tadi pagi. Aku makan srundeng sama lalap kangkung. Enak.

A: aku belum makan. Lapar.
J: ya sudah situ makan dulu saja. Ini aku juga mau mempersiapkan dagangan nanti malam.

A: sampai jumpa lagi dan trimakasih wawancaranya ya Jonerd.
J: walaikumsalam.

*jangan bilang Jonerd kalau aku mewawancarai dia ketika dia tidak tahu sedang diwawancarai.
Aku akan upload ini di twitter juga. Jangan bilang dia kalau dia aku mention.

Sampai jumpa di wawancara khayalanku berikutnya. Mungkin dengan Bob Marley.