Translate di sini

Saturday, March 2, 2013

Jika Skripsi itu Hukumnya Sunnah

Skripsi di Indonesia sering jadi momok bagi sebagian besar mahasiswa. Itu berlaku juga buat lo. Itu berlaku juga buat gue.

Dulu ketika masih di level S1, gue menghabiskan satu setengah tahun untuk menyelesaikan skripsi. Waktu yang panjang untuk sebuah skripsi dan waktu yang panjang untuk menjalani hubungan pacaran.
Coba hitung brapa banyak penderitaan yg dirasakan sepasang kekasih selama satu setengah tahun?

Dan sebenarnya realita yang terjadi, total aktif gue ngetik skripsi gue itu hanya 4 bulan. Jadi 1,1 tahun masa penyelesaian skripsi gue itu lebih didominasi rasa malas mengetik.

Ngomong ngomong apakah skripsi itu penting? Gue rasa tidak.
Toh skripsi gue yang akhirnya selesai di tahun 2009 itu nggak kepake pas gue harus bekerja. Tuh...

Jikalau skripsi itu hukumnya sunnah, gue yakin, akan lebih banyak pemuda indonesia yang sukses daripada yang terjebak di kampus hingga bertahun tahun.

Atau mungkin bisa juga pemilik universitas yang ada di indonesia itu melakukan konspirasi dengan para dosen? Bukankah semakin lama terjebak di kampus itu berarti semakin banyak rupiah yang mengalir untuk universitas?
Ooh.. baru saja terlintas di benak gue, makanya pemilik universitas itu kaya kaya.

Oke. Kalau begitu, gue bikin universitas sekalian deh.
Sekian, gue mau googling 'how to build your own university' dulu.

Bye

No comments:

Post a Comment